Bagi pasien dari Indonesia yang berencana berobat ke Malaysia, persiapan bukan hanya soal memilih dokter atau membuat janji. Perjalanan menuju rumah sakit, transportasi dari bandara, sampai tempat menginap juga perlu dipikirkan, terutama jika bepergian bersama anak atau orang tua.
Lalu, seperti apa sebenarnya perjalanan tersebut?
Kami akan membagikan gambaran perjalanan berdasarkan pengalaman pasien ke Sunway Medical Centre Kuala Lumpur, mulai dari keberangkatan dari Indonesia hingga menginap di Sunway Sanctuary dan menyelesaikan prosedur perawatan.
Berikut gambaran perjalanannya.
Berangkat dari Bandung, tetapi Terbang dari Jakarta
Untuk pasien yang tinggal di Bandung, perjalanan menuju Kuala Lumpur bisa dimulai dengan perjalanan darat menuju Jakarta. Perjalanan dari Bandung menuju CGK membutuhkan waktu sekitar 2–3 jam dengan mobil atau travel, sehingga keberangkatan perlu dilakukan cukup pagi.
Terdapat beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan dari Bandung:
- Mobil atau travel: sekitar 2–3 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
- Whoosh: perjalanan kereta sekitar 30 menit, tetapi masih membutuhkan waktu tambahan untuk menuju CGK.
- Kereta: sekitar 3 jam, ditambah perjalanan dari stasiun menuju bandara.
Jika membawa anak atau orang tua, sebaiknya berikan waktu lebih longgar. Menginap satu malam di Jakarta sebelum penerbangan juga bisa menjadi pilihan jika ingin perjalanan yang lebih santai. Bagi yang tinggal di Bandung, perjalanan ini nantinya juga akan semakin praktis dengan adanya rencana penerbangan langsung Bandung–Kuala Lumpur mulai Oktober 2026.
Kedatangan di KLIA, Malaysia
Sebelum keberangkatan, pihak Sunway Medical Centre sudah mengonfirmasi layanan penjemputan dari bandara. Nama dan nomor pengemudi juga diberikan sebelumnya melalui WhatsApp. Dengan begitu, setelah tiba di Malaysia, pasien sudah memiliki gambaran jelas mengenai siapa yang harus dihubungi dan ke mana harus menuju.
Setelah turun dari pesawat, penumpang perlu melewati imigrasi sebelum mengambil bagasi. Bagian ini bisa membutuhkan waktu cukup lama. Antrean dapat berlangsung sekitar 30 menit hingga 1 jam, bahkan pada hari kerja. Namun, setelah sampai di petugas imigrasi, proses pemeriksaannya sendiri relatif singkat, sekitar 5–10 menit. Tersedia juga jalur prioritas untuk kondisi tertentu.
Setelah imigrasi selesai, penumpang tinggal menuju area pengambilan bagasi sesuai nomor belt penerbangan, kemudian keluar menuju area kedatangan. Hal yang perlu diperhatikan: pastikan informasi penerbangan dan terminal kedatangan sudah diberikan dengan benar kepada pihak Sunway Medical Centre. KLIA cukup luas, sehingga informasi ini penting agar proses penjemputan berjalan lancar.
Penjemputan Sunway

Setelah keluar dari area kedatangan, penumpang dapat menuju Gate 8, tempat mobil penjemputan Sunway menunggu. Sebelumnya, pihak rumah sakit sudah memberikan nama dan nomor telepon pengemudi. Mobil penjemputan juga memiliki tanda SUNWAY, sehingga lebih mudah dikenali.
Sesampainya di lokasi, pengemudi akan mengonfirmasi nama penumpang dan membantu membawa barang bawaan.
Bagi pasien yang baru tiba setelah penerbangan, layanan seperti ini cukup membantu. Tidak perlu lagi mencari kendaraan sendiri atau memikirkan bagaimana menuju rumah sakit setelah keluar dari bandara. Terlebih jika membawa anak, orang tua, atau barang bawaan yang cukup banyak, perjalanan dari bandara bisa terasa jauh lebih sederhana.
Perjalanan dari KLIA menuju Sunway Medical Centre memakan waktu sekitar 40 menit. Kondisi lalu lintas saat perjalanan juga cukup lancar. Pengemudi yang ramah dan membantu membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Setelah perjalanan panjang dari Indonesia, pasien dapat langsung beristirahat selama perjalanan tanpa perlu memikirkan rute atau transportasi.
Sunway Sanctuary: Tempat Menginap yang Terhubung dengan Rumah Sakit

Sunway Medical Centre merupakan kompleks rumah sakit yang cukup besar. Bangunannya modern dan bersih, tetapi suasananya tetap terasa hangat. Apabila pasien merencanakan untuk menginap di Sunway Sanctuary, maka proses selanjutnya adalah menuju area Sanctuary untuk melakukan check-in.
Proses check-in berlangsung cukup singkat. Resepsionis membantu proses kedatangan dan paspor digunakan untuk melakukan check-in. Setelah itu, pasien dapat langsung menuju kamar untuk beristirahat.
Sunway Sanctuary memiliki suasana seperti hotel di area lobby, tetapi kamar dan fasilitasnya lebih menyerupai serviced apartment. Selain dua single bed atau pilihan double bed, kamar dilengkapi dapur dengan kompor, kulkas, microwave, dispenser, peralatan makan, dan perlengkapan memasak. Tersedia juga meja makan, area kerja, sofa, TV, area makeup, serta perlengkapan menyetrika. Untuk laundry, pasien dapat meminta bantuan housekeeping dengan biaya tambahan.

Kamar memiliki balkon dengan pemandangan Sunway Lagoon, sehingga pasien dan keluarga dapat beristirahat sejenak tanpa perlu pergi jauh. Kamar mandi juga dilengkapi pegangan untuk membantu pasien dengan mobilitas terbatas.

Salah satu keuntungan utama Sunway Sanctuary adalah lokasinya yang berada dalam kompleks yang sama dengan Sunway Medical Centre. Dari lobby, pasien dapat berjalan melalui akses dalam gedung menuju Tower D, lalu melanjutkan perjalanan ke area rumah sakit menggunakan lift atau eskalator. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 5–10 menit, tergantung tower tujuan.
Dengan akses tersebut, pasien tidak perlu memesan kendaraan atau berjalan di luar gedung untuk menjalani pemeriksaan maupun kembali ke kamar setelah tindakan. Sunway Square, Sunway Café di lantai 12, dan convenience store di area rumah sakit juga dapat dijangkau dengan mudah, sehingga kebutuhan makan dan sehari-hari bisa dipenuhi tanpa pergi terlalu jauh.
Bagaimana Jika Membutuhkan Bantuan Medis?
Selama menginap, pasien juga mendapatkan informasi bahwa jika terdapat kondisi tertentu yang membutuhkan bantuan medis, dokter dapat datang langsung ke kamar.
Hal ini tentunya dapat memberikan rasa tenang bagi keluarga yang mendampingi pasien, terutama ketika pasien sedang tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk banyak berpindah tempat.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat?
Berdasarkan perjalanan ini, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan pasien dari Indonesia.
- Berikan waktu lebih banyak jika berangkat dari Bandung. Perjalanan menuju CGK bisa memakan waktu 2–3 jam, belum termasuk waktu menuju terminal jika menggunakan transportasi umum.
- Jangan membuat jadwal penerbangan terlalu mepet. Antrean imigrasi di KLIA dapat memakan waktu 30 menit hingga 1 jam. Lebih baik memiliki waktu cadangan setelah pesawat mendarat.
- Pastikan informasi penerbangan sudah benar. Informasikan nomor penerbangan dan terminal kedatangan kepada pihak Sunway agar penjemputan dapat dilakukan di lokasi yang tepat.
- Simpan informasi pengemudi. Nama dan nomor telepon pengemudi yang diberikan sebelum kedatangan sebaiknya disimpan sampai perjalanan selesai.
- Pertimbangkan kebutuhan tempat tidur. Jika bepergian bersama anak atau orang tua, pilih jenis tempat tidur yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.
- Manfaatkan lokasi Sanctuary. Salah satu keuntungan utamanya adalah akses berjalan kaki menuju rumah sakit. Ini bisa sangat membantu jika pasien memiliki jadwal pemeriksaan atau kontrol beberapa kali selama berada di Malaysia.
Perjalanan yang Lebih Sederhana, Agar Fokus Tetap pada Pengobatan
Berobat ke luar negeri memang membutuhkan persiapan lebih banyak dibandingkan berobat di kota sendiri. Namun, pengalaman perjalanan ini menunjukkan bahwa beberapa bagian yang biasanya membuat pasien khawatir seperti transportasi dari bandara dan mencari tempat menginap bisa dibuat lebih sederhana dengan perencanaan yang tepat.
Mulai dari penjemputan di KLIA hingga lokasi Sunway Sanctuary yang terhubung dengan kompleks rumah sakit, banyak hal dapat dilakukan tanpa harus berpindah kendaraan atau pergi jauh.
Bagi keluarga yang datang bersama anak atau orang tua, kemudahan seperti ini bisa menjadi pertimbangan penting. Ketika perjalanan sehari-hari terasa lebih ringan, pasien dan keluarga dapat lebih fokus pada tujuan utama mereka: mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.